Dulu, dulu sekali waktu masih di sekolah SD akhir tahun 80-an , Jakarta adalah kota yang hanya bisa saya lihat di buku pelajaran, majalah, koran, dan televisi.
Saya hanya mengenal Jakarta sebagai ibu kota negara republik Indonesia dan kota terbesar di negeri ini yang di dalamnya terdapat istana presiden, tugu monas, dan bundaran HI.
Waktu itu saya selalu berpikir untuk bisa melihat MONAS atau orang-orang menyebutnya sebagai "tugu monas".
Dan ada juga yang menyebutnya sebagai “tugu emas” karena diatasnya ada lapisan emas katanya.
Sehari-hari setelah pulang sekolah atau pas lagi libur sekolah, saya hanya bisa pergi ke kebun, sawah, sungai, dan sesekali ke hutan bersama teman-teman atau hanya bermain di dalam kampung saja. Bahkan naik mobil saja sangat jarang sekali. Lah,,, gimana mau naik mobil, bepergian jauh dari kampung saja hal yang sangat jarang dilakukan.
Setelah tamat sekolah SD dan SMP dan sempat ngamuk ke orang tua karena tak bisa melanjutkan sekolah, saya pergi ke Bandung diantar paman dengan harapan bisa dimasukan kerja di perusahaan tempat ua saya kerja. Dan alhamdulillah dengan koneksi ua, saya bisa diterima masuk kerja.
Di tempat kerja saya mulai banyak mengenal hal-hal baru yang dulu tak mungkin didapatkan. Karena merasa sudah punya uang sendiri saya mulai mengeksplor banyak hal baru yang saya sukai.
Dan waktu itu saya mulai menyukai jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat ramai di kota Bandung bahkan pernah berjalan kaki menyusuri jalan-jalan di kota Bandung karena ingin tahu keadaan kota tanpa naik kendaraan.
Dan setiap kali ada acara piknik dari perusahaan tempat bekerja, saya paling bersemangat karena bisa punya kesempatan pergi ke tempat-tempat baru dengan gratis.
Pada tanggal 2 April 2001, tibalah saatnya piknik ke Dunia Fantasi atau Dufan – Jakarta. Dan itulah hari dimana pertama kalinya saya bisa pergi ke Jakarta yang dulunya hanya tahu lewat buku, majalah, koran, dan televisi.
Dulu dari Bandung ke Jakarta belum ada tol Cipularang sehingga kalau tidak lewat puncak pasti lewat jalur Purwakarta. Dan waktu itu jalur yang diambil adalah jalur Purwakarta, kemudian masuk tol Cikampek. Setelah kendaraan masuk wilayah Jakarta sekitaran Cawang, saya mulai terpana melihat beberapa gedung tinggi yang baru saya lihat hari itu. Padahal itu hanya baru pinggiran Jakarta saja. Setelah bus yang saya tumpangi semakin jauh masuk ke kota Jakarta lewat tol, dari kejauhan terlihatlah deretan gedung-gedung tinggi di pusat kota Jakarta yang dulu hanya bisa dilihat di televisi pada acara-acara berita atau di film-film Indonesia.
Dannnnn……wooww… saya melihat TUGU MONAS diantara deretan gedung-gedung tinggi itu di ujung cakrawala Jakarta… Dan beberapa orang dalam buspun pada berkata setengah teriak “itu monas…monas…!”.
Tapi sayang sekali hanya bisa melihatnya dari kejauhan karena bus yang yang ditumpangi kemudian menuruni jalan layang dan masuk ke area dufan.
Dari sana, pada tahun-tahun berikutnya saya mendapatkan banyak kesempatan untuk pergi ke Jakarta bersama teman-teman dalam acara piknik dan ada juga dalam rangka acara keagamaan.
Saya jadi lebih sering melihat kota Jakarta dan tentunya dengan monas-nya. Tapi sampai pada saat itu, saya belum pernah benar-benar melihat monas dari dekat. Saya hanya melihatnya dari kejauhan saja sambil lewat dalam kendaraan yang ditumpangi.
Hingga pada tanggal 4 Januari 2009, saya mendapat kesempatan lagi ke Jakarta dalam rangka acara demo. Ups… ga usah diceritain ya demo apa dan sama siapa hehe…
Dan yang kali ini saya benar-benar bisa melihat MONAS alias Tugu Monas alias Tugu Emas dari jarak dekat. Dan inilah foto pertama saya di dekat monas. Begitu bangganya waktu itu.
Bukan itu saja, saya juga untuk pertama kalinya bisa melihat Istana presiden dan Bundaran HI serta berjalan atau Longmarch dibawah deretan gedung-gedung tinggi di Jl. Thamrin di pusat kota Jakarta yang dulu hanya bisa melihatnya di TV.
Itulah pengalaman pertama kali saya bisa masuk ke pusat kota Jakarta dan melihat bangunan-bangunan ikonik yang dulu hanya angan-angan saja untuk dapat melihatnya.
Sekarang Jakarta bukan hal asing lagi bagi saya. Saya sudah sering menjelajahinya sendirian bahkan pernah berjalan kaki dari jembatan semanggi ke ujung selatan jalan Sudirman kemudian balik lagi dan melanjutkan jalan kaki sampai istana merdeka dalam acara Car Free Day.
Inilah beberapa foto yang sempat saya jepret di Jakarta.


0 Response to "Jelajah Jakarta seliar-liarnya"
Posting Komentar