Selamat datang di DADAN NANDAR.COM media informasi alternatif

Cara Budidaya Sawi Secara Hidroponik



Media tanam secara hidroponik memanglah sudah lama di kembangkan dahulu. Namun, banyak sekali masyarakat yang tidak mengetahui cara membuat dan melakukan pengelolahannya. Memanglah dengan sistem memberikan keuntungan yang besar di bandingkan dengan media biasanya.

Keuntungan ini berupa meningkatkan produktivitas, pemeliharaan mudah, pertumbuhan cepat dan juga tahan terhadap hama dan penyakit. Jika ingin melakukan budidaya tanaman sawi dengan media hidroponik ini harus memperhatikan langkah-langkah berikut ini :

Pemilihan Benih

Langkah pertama harus memilih benih yang berkualitas dan menghasilkan produktivitas yang tinggi. Pemilihan benih ini dapat di lakukan sebagai berikut:
  • Benih sehat dan bebas dari hama dan penyakit.
  • Benih berasal dari indukan berkualitas.
  • Pertumbuhan sangat cepat.
  • Miliki daya tumbuh baik.
  • Mengkilap, tidak abnormal ( tudak cacat )

Pembibitan benih

Setelah menemukan benih lakukan pembibitan, karena dalam sistem ini tidak bisa langsung dalam media tanam atau hidroponik. Langkah pembibitan ini di lakukan dengan cara sebagai berikut:
  • Pembuatan bedengan dengan panjang 1-2 meter, lebar 1 meter.
  • Lakukan pembajakan, pencangkulan hingga merata dan gembur serta subur. Lalu campurkan dengan media pupuk kandang atau kompos, hingga rata.
  • Selanjutnya diamkan beberapa hari sebelum pembibitan di lakukan, dan buatlah lubang tanaman 2-3 cm.
  • Kemudian lakukan penanam bibit kedalam lubang tanam yang telah di buat. Lakukan penyiraman hingga lembab, dan lakukan pemeliharaan hingga mengeluarkan kecambah atau akar kecil.
  • Lalu pindahkan ke dalam media hidroponik.

Pengelolahan media tanam

Dalam pengelolahan media tanam dengan media hidroponik ini harus di lakukan dengan teliti dan juga baik dalam pembuatan. Hal ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan maksimal. Berikut cara membuat media tanam hidroponik dengan cara arang sekam atau abu sekam sebagai berikut:
  • Langkah pertama siapkan dahulu botol bekas berupa aqua atau lainnya, pemotong ( pisau ), sumbu kecil ( jika di perlukan ), abu sekam atau busa, pipa paralon, larutan nutrisi dan juga media bibit.
  • Buatlah luang pada botol bekas di bawah dengan ukuran kecil, dan masukan abu sekam hingga menutupi lubang dan sisihkan.
  • Lakukan pembuatan lubang pada pipa paralon dengan jarak 3-5 cm, dengan besar lubang tergantung botol plastik, pembuatan lubang ini tergantung panjang pembuatan pipa paralon.
  • Lalu isikan larutan nutrisi baik air atau pun campuran lainnya, hingga penuh dan biarkan selama 1-2 hari sebelum tanam.
  • Lalu pembuatan penopang pipa bisa di lakukan dengan bambu besar, besi dan juga kayu yang kuat seperti bangku dengan ketinggian 50- 60 cm tergantung pemilik. Dan sisihkan sebelum tanaman.

Penanaman tanaman

Penanaman tanaman dengan media ini sangat mudah dan sederhana yaitu dengan menyeiapkan bibit yang sudah di semaikan, dan memiliki akar atau kecambah. Lalu masukan kedalam botol plastik yang sudah berisi dengan abu sekam dan masukan perlahan-lahan. Lalu masukan botol plastik kedalam lubang pipa paralon yang sudah diisi dengan larutan, hingga mengenai air dan lakukan perawatan dan pemeliharaan dengan baik. Sebelum penanaman ini di lakukan sebaiknya lakukan penempatan posisi atau lokasi yang cocok untuk tanaman.

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanamaan ini sangat mudah juga yaitu anda hanya memberikan larutan baru pada tanaman atau menambahkan larutan menggunakan larutan nutrisi dari pupuk yang di cairkan. Pemeliharaan dengan melakukaan penyiangan yaitu membersihkan gulma atau tanaman lainnya yang berada disekitar tanaman. Penyulaman di lakukan dengan mengantikan tanaman yang tidak tumbuh baik dengan tanaman yang baru dan melakukan pengendalian hama dan penyakit dengan melakukan sanitasi dan penyemprotan dengan fungsida dan insektisida. Lihat selengkapnya Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Sawi

Pemanenan  Tanaman

Pemanenan tanaman dengan media ini dapat di lakukan dengan cepat sekitar berumur 2-3 bulan bahkan kurang dari itu, tergantung dengan varietes dan pertumbuhan tanaman. Pemanenan ini di lakukan dengan cara memetik tangkai daun atau memotong batang tanaman serta mencabutnya dari media tanam dengan hati-hati.

Related Posts:

Komputer lambat dan hang saat internetan..?



Komputer itu sih biasa sob, yang gak biasa itu kalau usernya yang hang, hahaha. Ketika Anda mengalami masalah hang pada komputer tentu otak Anda juga akan hang bukan? Ya iyalah, pasti Anda langsung tiba – tiba terdiam dan hanya menatap layar monitor Anda yang tidak dapat digerakkan baik dengan mouse atau pun keyboard. Sungguh pemandangan yang menakjubkan ketika komputer dan usernya hang bersamaan. Saya pun pernah mengalami hal ini, ketika baru pertama kali menggunakan yang namanya komputer. Tentu saja Saya hang, pertama kali menggunakan komputer Saya tidak tahu harus melakukan apa, jadi komputer akan terlihat hang karena tidak ada pergerakan dari usernya juga hehehe.

Tapi, pada komputer yang hang biasanya karena ada sebab dan akibat. Salah satu permasalah atau penyebab dari komputer yang biasa hang dan banyak dialami oleh para user adalah browser internetnya. Komputer yang tiba – tiba hang ketika membuka browser ini memang sangatlah mengganggu. Pasalnya, Anda harus menuntup browser atau jendela kerja Anda pada saat ini terjadi. Apalagi jika Anda sedang melakukan coding untuk website, pasti akan terasa sangat menjengkelkan.

Apa sih penyebab dari komputer yang tiba – tiba hang saat membuka browser pada komputer?

Ada banyak penyebab dari komputer yang sering hang ini. Bisa saja karena permasalahan hardware Anda yang kurang memadai. Tapi, dengan komputer Saya yang sekarang ini dengan RAM 8 gb, processor Intel i5, VGA Card Asus GTX 670 4gb, Harddisk 5 TB, koq masih hang saat browser (pamer spek kompi dulu ye). Kalau, spek komputer Saya sudah seperti diatas permasalahan hang lainnya pasti ada pada sistem operasi atau software browsernya sendiri.
Pada umumnya, ada dua jenis browser yang paling banyak digunakan oleh para pengguna internet saat ini yaitu, Mozilla Firefox dan Google Chrome. Kedua browser ini memiliki kesamaan yang dapat membuat komputer Anda nge-hang tiba – tiba. Apa saja yang menyebabkan komputer hang karena kedua browser ini, berikut pembahasannya.
  • Pada Mozilla Firefox biasa karena adanya beberapa Add on yang mungkin tidak kompatibel dengan halaman web yang Anda buka. Solusi terbaiknya adalah dengan mematikan atau uninstall add on yang tidak terlalu berguna. Jika Anda sudah melakukan hal tersebut, namun masih juga hang sebaiknya uninstall firefox Anda dan coba install update dari firefox terbaru.
  • Pada Google Chrome biasanya juga karena add on. Tapi, add on pada chrome terbilang cukup sedikit dan sudah lebih kompatibel pada web browser. Nah, jika Anda menggunakan browser Google Chrome terbaru saat ini, cukup memakan banyak resource dari RAM Anda. Google Chrome versi terbaru ini memang membutuhkan RAM dengan jumlah yang cukup besar, minimal 4 gb agar terbuka dengan stabil.
  • Anti virus juga sangatlah mengganggu pada web browser pada komputer Anda. Karena, beberapa anti virus sudah mendukung fitur yang namanya link scanner. Link scanner pada anti virus ini tentu akan membuat kinerja dari komputer Anda semakin bertambah berat dengan menscan halaman website yang Anda buka.
Solusi terbaik sebenarnya adalah upgrade komputer Anda dan tidak perlu menggunakan anti virus.
 

Related Posts:

kenapa yang kaya makin kaya dan si kismin makin miskin


Kopas tulisan dari orang-orang pintar, tahukah anda, kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah terus bergumul, dan yang berada di level miskin makin menjadi miskin?

Orang kaya semakin kaya karena begitu penghasilan orang kaya bertambah besar, mreka menunda kesenangan, dan terus menjalani gaya hidup yang sama. Penghasilan yang lebih ini mereka investasikan kedalam aset seperti misalnya membeli saham yang menghasilkan deviden, membangun rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang
disewakan, membuka bisnis sarang walet, dll.

Begitu seterusnya, sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan pada saat penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Bagaimana dengan orang menengah?Kenapa mereka bergumul terus secara financial? Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka mereka menggunakan kelebihan uang tersebut untuk mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan lain-lain.

Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

Lalu bagaimana dengan kaum miskin? Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran. Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang mereka idamkan, beli jam yang lebih keren, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.

Berada digolongan manakah anda?

Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan lebih banyak uang bagi anda atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?

Related Posts:

Pesona Alam Waduk Jatigede


Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah waduk jatiluhur di kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Area genangan waduk jatigede meliputi lima kecamatan dengan luas lebih dari 4000 hektar. Pembangunan waduk ini telah lama direncanakan dan proses pembangunannya masih berlangsung hingga kini. Waduk ini dibangun dengan membendung aliran Sungai Cimanuk di wilayah Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.

Pembangunan waduk ini telah direncanakan sejak zaman Hindia Belanda. Kala itu, Pemerintah Hindia Belanda merencanakan pembangunan tiga waduk di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, dan waduk Jatigede merupakan waduk utama dan yang paling besar. Namun, pembangunan ketiga waduk itu mendapatkan tentangan dari masyarakat sekitar, sehingga pembangunannya pun dibatalkan. Baru pada tahun 1990-an, rencana pembangunan waduk Jatigede kembali menghangat. Langkah pertama yang dilakukan oleh pemerintah adalah merelokasi masyarakat yang tinggal di wilayah calon genangan. Relokasi pertama dilakukan pada tahun 1982.
Waduk Jatigede sebelum digenangi


Seperti waduk lainnya, Waduk Jatigede pun memiliki fungsi. Goldsmith menyatakan bahwa fungsi utama dari sebuah waduk adalah untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air.[butuh rujukan] Di samping kedua fungsi utama tadi, waduk pun berfungsi sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dan lain sebagainya. Untuk Waduk Jatigede, fungsi utamanya adalah sebagai sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air. Waduk Jatigede dibangun dengan cara membendung aliran Sungai Cimanuk. Pembendungan ini mengakibatkan aliran air terhalang, sehingga air terakumulasi dalam sebuah kolam yang besar. Air yang terkumpul dalam bendungan tersebut digunakan sebagai cadangan air tawar untuk mengairi areal pertanian di wilayah Majalengka, Indramayu, dan Cirebon. Selain berfungsi sebagai sarana irigasi, Waduk Jatigede pun berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air. Saat ini, di wilayah itu terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Parakan Kondang. Dengan dibangunnya Waduk Jatigede, kapasitas pembangkit listrik tenaga air tersebut dapat ditingkatkan.
Proses Pembangunan

Related Posts:

Jelajah Jakarta seliar-liarnya


Dulu, dulu sekali waktu masih di sekolah SD akhir tahun 80-an , Jakarta adalah kota yang hanya bisa saya lihat di buku pelajaran, majalah, koran, dan televisi.
Saya hanya mengenal Jakarta sebagai ibu kota negara republik Indonesia dan kota terbesar di negeri ini yang di dalamnya terdapat istana presiden, tugu monas, dan bundaran HI.
Waktu itu saya selalu berpikir untuk bisa melihat MONAS atau orang-orang menyebutnya sebagai "tugu monas".
Dan ada juga yang menyebutnya sebagai “tugu emas” karena diatasnya ada lapisan emas katanya.
Tapi tampaknya itu hanya keinginan kosong saja karena tidak terpikirkan bagaimana saya bisa ke Jakarta. Jangankan pergi ke Jakarta, saya sendiri nyaris tak pernah pergi keluar dari kampung halaman yang menjadi tempat tinggal sendiri. Hanya sesekali saja pergi ke pasar Kadipaten – Majalengka bersama ayah atau ibu atau teman-teman, itupun jika ada uang. Perjalanan terjauh yang pernah saya alami waktu itu hanya pergi ke Bandung bersama keluarga dan kerabat waktu ua saya nikah. Itu juga saya sudah tidak ingat lagi telah melihat apa di Bandung dulu karena waktu itu masih sangat kecil sekali. Lagian waktu itu perginya cuma naik truk dengan bak terbuka, banyak tertidur selama perjalanan karena mabuk, jadi sama sekali tak bisa melihat dunia luar selama dalam perjalan.

Sehari-hari setelah pulang sekolah atau pas lagi libur sekolah, saya hanya bisa pergi ke kebun, sawah, sungai, dan sesekali ke hutan bersama teman-teman atau hanya bermain di dalam kampung saja. Bahkan naik mobil saja sangat jarang sekali. Lah,,, gimana mau naik mobil, bepergian jauh dari kampung saja hal yang sangat jarang dilakukan.
Setelah tamat sekolah SD dan SMP dan sempat ngamuk ke orang tua karena tak bisa melanjutkan sekolah, saya pergi ke Bandung diantar paman dengan harapan bisa dimasukan kerja di perusahaan tempat ua saya kerja. Dan alhamdulillah dengan koneksi ua, saya bisa diterima masuk kerja.

Di tempat kerja saya mulai banyak mengenal hal-hal baru yang dulu tak mungkin didapatkan. Karena merasa sudah punya uang sendiri saya mulai mengeksplor banyak hal baru yang saya sukai.
Dan waktu itu saya mulai menyukai jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat ramai di kota Bandung bahkan pernah berjalan kaki menyusuri jalan-jalan di kota Bandung karena ingin tahu keadaan kota tanpa naik kendaraan.
Dan setiap kali ada acara piknik dari perusahaan tempat bekerja, saya paling bersemangat karena bisa punya kesempatan pergi ke tempat-tempat baru dengan gratis.
Pada tanggal 2 April 2001, tibalah saatnya piknik ke Dunia Fantasi atau Dufan – Jakarta. Dan itulah hari dimana pertama kalinya saya bisa pergi ke Jakarta yang dulunya hanya tahu lewat buku, majalah, koran, dan televisi.
Dulu dari Bandung ke Jakarta belum ada tol Cipularang sehingga kalau tidak lewat puncak pasti lewat jalur Purwakarta. Dan waktu itu jalur yang diambil adalah jalur Purwakarta, kemudian masuk tol Cikampek. Setelah kendaraan masuk wilayah Jakarta sekitaran Cawang, saya mulai terpana melihat beberapa gedung tinggi yang baru saya lihat hari itu. Padahal itu hanya baru pinggiran Jakarta saja. Setelah bus yang saya tumpangi semakin jauh masuk ke kota Jakarta lewat tol, dari kejauhan terlihatlah deretan gedung-gedung tinggi di pusat kota Jakarta yang dulu hanya bisa dilihat di televisi pada acara-acara berita atau di film-film Indonesia.

Dannnnn……wooww… saya melihat TUGU MONAS diantara deretan gedung-gedung tinggi itu di ujung cakrawala Jakarta… Dan beberapa orang dalam buspun pada berkata setengah teriak “itu monas…monas…!”.
Tapi sayang sekali hanya bisa melihatnya dari kejauhan karena bus yang yang ditumpangi kemudian menuruni jalan layang dan masuk ke area dufan.
Dari sana, pada tahun-tahun berikutnya saya mendapatkan banyak kesempatan untuk pergi ke Jakarta bersama teman-teman dalam acara piknik dan ada juga dalam rangka acara keagamaan.
Saya jadi lebih sering melihat kota Jakarta dan tentunya dengan monas-nya. Tapi sampai pada saat itu, saya belum pernah benar-benar melihat monas dari dekat. Saya hanya melihatnya dari kejauhan saja sambil lewat dalam kendaraan yang ditumpangi.

Hingga pada tanggal 4 Januari 2009, saya mendapat kesempatan lagi ke Jakarta dalam rangka acara demo. Ups… ga usah diceritain ya demo apa dan sama siapa hehe…
Dan yang kali ini saya benar-benar bisa melihat MONAS alias Tugu Monas alias Tugu Emas dari jarak dekat. Dan inilah foto pertama saya di dekat monas. Begitu bangganya waktu itu.

Bukan itu saja, saya juga untuk pertama kalinya bisa melihat Istana presiden dan Bundaran HI serta berjalan atau Longmarch dibawah deretan gedung-gedung tinggi di Jl. Thamrin di pusat kota Jakarta yang dulu hanya bisa melihatnya di TV.

Itulah pengalaman pertama kali saya bisa masuk ke pusat kota Jakarta dan melihat bangunan-bangunan ikonik yang dulu hanya angan-angan saja untuk dapat melihatnya.
Sekarang Jakarta bukan hal asing lagi bagi saya. Saya sudah sering menjelajahinya sendirian bahkan pernah berjalan kaki dari jembatan semanggi ke ujung selatan jalan Sudirman kemudian balik lagi dan melanjutkan jalan kaki sampai istana merdeka dalam acara Car Free Day.
Inilah beberapa foto yang sempat saya jepret di Jakarta.

Related Posts: